VIVABOLA

Keraguan di Balik Trofi Pertama Martino di Barcelona

Duet Messi dan Neymar masih mengecewakan.
Jum'at, 30 Agustus 2013
Oleh : Satria Permana
Neymar dan Lionel Messi jadi tumpuan Barca di musim 2013/14 ini
VIVAbola - Barcelona telah meraih trofi pertama di musim 2013/14 ini dengan menyabet Piala Super Spanyol. Namun, prestasi ini dinilai oleh sebagian kalangan bukan jaminan bagi Barca untuk bisa meraih kesuksesan di semua kompetisi yang mereka ikuti.

Barcelona sukses meraih Piala Super Spanyol hanya karena unggul gol tandang. Pada pertemuan pertama di Vicente Calderon, Barca sukses mengimbangi Atletico dan mencuri goll tandang. Dan di leg kedua, Blaugrana serta Los Cholconeros hanya bermain imbang tanpa gol sehingga agregat skor menjadi 1-1.

Fakta ini belum cukup membuktikan kepada publik bahwa Barca adalah salah satu kandidat terkuat untuk mendapatkan berbagai trofi di semua ajang yang mereka ikuti. Permainan Blaugrana dinilai masih di bawah standar dan belum berada di puncak performa.

Ada beberapa masalah yang terlihat di dalam skuad Barca ketika menjalani laga Piala Super Spanyol melawan Atletico. Yang mencolok adalah kinerja lini belakang yang masih belum memuaskan.

Terlihat beberapa kali pemain-pemain belakang Barca kewalahan ketika menghadapi kecepatan pemain Atletico dalam melancarkan serangan balik. Hal itu sangat kentara ketika David Villa membobol gawang mantan klubnya di leg pertama.

Masalah kedua bagi Barca yakni masih belum menemukan 'obat' ketergantungan terhadap Lionel Messi. Neymar yang diharapkan menjadi tandem yang pas untuk Messi, hingga kini belum menunjukkan performa terbaiknya.

Penyelesaian akhir, kini juga menjadi masalah baru bagi Barca. Pada leg kedua Super Copa, striker-striker Barca selalu gagal dalam mengancam gawang Atletico. Bahkan penalti Messi pada menit ke-89 tidak mampu merobek gawang Thibaut Courtouis.

Barca juga harus meningkatkan konsistensi permainan jika ingin menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar juara di berbagai turnamen. Ujian pertama mereka setelah melawan Atletico di Piala Super Spanyol adalah ketika melawat ke Estadio Mestalla, kandang Valencia di 2 September 2013.

Ini akan menjadi laga berat pertama Barca di ajang La Liga. Dan pertandingan tersebut bisa menjadi momentum bagi Azulgrana untuk meyakinkan publik bahwa mereka adalah klub yang patut diperhitungkan di kompetisi domestik maupun Eropa.

Martino Juga Tidak Puas


Keraguan terhadap performa Barca tidak hanya datang dari publik, namun juga dari pelatih mereka sendiri, Gerardo Martino. Menurut Martino permainan Barca belum berada dalam level tertinggi.

Dia mengharapkan agar Barca bisa tampil lebih baik di pertandingan-pertandingan berikutnya. Kecepatan, ketepatan, serta cara pemain dalam memanfaatkan ruang masih belum memenuhi apa yang dia harapkan.

"Kami harus meningkatkan kecepatan, presisi dan memanfaatkan ruang yang ada untuk membangun serangan. Dengan begitu kami bisa menghindari pemain belakang lawan," kata Martino.

Namun, Martino mengakui, kesuksesan Barca dalam memboyong Piala Super Spanyol bisa menjadi modal untuk semakin mematangkan skuad.

"Ketika Anda bermain untuk sebuah trofi, memenangkannya akan menjadi sangat penting. Mengingat musim ini baru saja dimulai, jadi ini tidak terlalu buruk. Terkadang sebuah tim butuh hasil seperti ini untuk bisa menemukan performa terbaik," ujar pelatih yang akrab disapa Tata ini.

"Kami masih beradaptasi untuk memahami dan mengerti keinginan dari pelatih baru. Sejujurnya kami masih kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada, tapi kami sudah menunjukkan permainan bagus," ujar salah satu pemain Barca, Gerard Pique.

Duet Maut Belum Terwujud

Salah satu alasan didatangkannya Neymar dari Santos adalah untuk mengobati Barca dari ketergantungan terhadap Lionel Messi. Neymar diharapkan bisa menjadi pasangan duet yang pas untuk El Messiah.

Nyatanya hal itu belum kunjung terwujud dalam dua pertandingan di Piala Super Spanyol. Neymar memang sukses menjadi penyelamat Barca ketika mereka tertinggal 1-0 dati Atletico di leg pertama. Namun, permainan Neymar di leg kedua justru melempem.

Neymar terlihat tidak bisa mengatasi penjagaan ketat yang dilakukan oleh bek Atletico, Juanfran. Menurut catatan Opta, Neymar hanya mampu menyelesaikan satu dribble dari 12 kali percobaan. Sedangkan Messi mampu mengecoh lawan sebanyak 8 kali dari upayanya yang mencapai 13 kali.

Tentu grafik ini menjadi sebuah ironi bagi Neymar. Pemain berusia 21 tahun tersebut juga hanya mampu membangun serangan bersama Messi sebanyak satu kali. Padahal, pertandingan leg kedua melawan Atletico di ajang Piala Super Spanyol adalah kali pertama Neymar dan Messi diduetkan.

Dari fakta ini, Martino nampaknya harus bekerja lebih keras untuk bisa menyatukan Neymar dan Messi yang dikenal memiliki tipe permainan yang hampir sama. Keduanya adalah striker stylish yang mengandalkan tusukan-tusukan melalui gerakan individu dalam membongkar pertahanan lawan. Dan jika keduanya bisa disatukan, bukan tidak mungkin lini depan Barca akan semakin mengerikan. (one)
TERKAIT
    TERPOPULER