VIVABOLA

Keponakan Gus Dur Diperiksa untuk Anas Urbaningrum

Irfan Wahid diperiksa sebagai konsultan komunikasi politik Anas.
Senin, 29 Juli 2013
Oleh : Ita Lismawati F. Malau, Nur Eka Sukmawati
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum berstatus tersangka di kasus Hambalang
VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Irfan Wahid, keponakan mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Senin, 29 Juli 2013. Pria yang akrab disapa Ipang Wahid ini diperiksa sebagai saksi dalam kasus gratifikasi proyek Hambalang.

"Ia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AU (Anas Urbaningrum)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha.

Mengenakan batik berwarna coklat, putra Salahuddin Wahid ini tiba di gedung KPK pukul 13.15 WIB. Pemeriksaan ini merupakan penjadwalan ulang karena pada Kamis, 25 Juli 2013 lalu yang bersangkutan mangkir.

"Diperiksa sebagai saksi. Nanti saja ya," kata Ipang sambil masuk ke ruang tunggu pemeriksaan.

Ipang diperiksa dalam kapasitasnya sebagai pegawai Fastcomm, sebuah perusahaan jasa komunikasi media. Perusahaan ini menjadi konsultan komunikasi politik Anas Urbaningrum saat kongres Partai Demokrat di Bandung tahun 2010.

Nama Ipang pernah disebut oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin menerima uang Rp20 miliar dari proyek Hambalang. Uang itu adalah pembayaran Ipang sebagai tim konsultan Anas untuk calon ketua umum partai.

KPK menetapkan Anas sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi Hambalang pada 22 Februari 2013 lalu. Anas Urbaningrum menjadi tersangka karena diduga melanggar Pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasal ini menyebut gratifikasi dalam arti luas, yakni pemberian uang, barang, rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. (umi)
TERKAIT
TERPOPULER