VIVABOLA

Peringati HUT ke-83, PSSI Ziarah ke Makam Soeratin

Ir Soeratin merupakan ketua umum pertama PSSI.
Kamis, 18 April 2013
Oleh : Marco Tampubolon, Rejdo Prahananda
Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin saat nyekar ke makam Ir Soeratin

VIVAbola - Beragam acara digelar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk memperingati hari ulang tahunnya ke-83. Salah satunya adalah ziarah ke makam Ketua Umum I PSSI, Ir Soeratin di TPU Sirnaraga, Bandung, Jawa Barat, Kamis, 18 April 2013.

Rombongan terdiri atas Ketum PSSI, Djohar Arifin Husin, Sekjen, Hadiyandra, dan beberapa anggota komite eksekutif, seperti, La Siya, Tony Apriliani, dan Hardi Hasan. Mereka tiba pukul 10.00 WIB.

Tiba di pusara Ir Soeratin, rombongan secara bergantian menaburkan bunga. Setelah 30 menit, acara kemudian dilanjutkan dengan nyekar ke makam Ketua Pengprov Jawa Barat pertama, Ibrahim Iskandar.

"Ziarah ini untuk mengingatkan PSSI di masa sekarang, bahwa sepakbola  sebagai alat perjuangan untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa," kata Djohar kepada wartawan, Rabu, 18 April 2013.

Djohar bersyukur bahwa HUT ke-83 PSSI juga ditandai dengan perdamaian sepak bola Indonesia. "Ir Soeratin juga menginspirasi perdamaian di tubuh PSSI seperti sekarang ini. Kami PSSI akan terus berupaya melanjutkan harapan Ir Soeratin membawa sepakbola Indonesia berbicara di level internasional," beber mantan Sekjen KONI itu.

Lahir 17 September 1898, Ir Soeratin menjadi pelopor berdirinya PSSI pada tahun 1930 dan menjabat sebagai ketua umum PSSI pertama dan menjabat sebanyak 11 kali. Pada masa itu, PSSI merupakan realisasi konkret dari Sumpah Pemuda yang dideklarasikan pada 1928. Pada awal pendirian PSSI, Soeratin melakukan pertemuan dengan tokoh sepakbola di Solo, Yogyakarta, Magelang, Jakarta, dan Bandung.

PSSI awalnya bernama Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia. Namun, nama organisasi itu diganti menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia lewat Kongres PSSI yang digelar di Solo pada 1950.

Kesibukan mengurus PSSI membuat perekonomian Soeratin meredup, karena harus meninggalkan pekerjaan dari sebuah perusahaan Belanda. Setelah Jepang menjajah Indonesia dan perang kemerdekaan terjadi, Soeratin aktif sebagai Tentara Keamanan Rakyat dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel. Soeratin wafat di Bandung, 1 Desember 1959.

Selain nyekar ke makam Soeratin, PSSI juga akan menggelar berbagai beragam acara untuk menyambut hari ulang tahun ke-83 pada 19 April 2013. Acara seremonial akan digelar mulai pukul 18.30 WIB. Acara ini juga diisi dengan penyelesaian utang-utang PSSI yang secara simbolis diserahkan kepada mantan pelatih timnas, Nil Maizar. (art)

TERKAIT
TERPOPULER