VIVABOLA

4 Penguasa Liga Eropa Buka 8 Besar Liga Champions

PSG, Barca, Bayern dan Juve merupakan pemuncak klasemen di liga lokal.
Selasa, 2 April 2013
Oleh : Muchamad Syuhada
Para pemain Barcelona

VIVAbola - Babak 8 besar alias perempat final Liga Champions dibuka dengan dua laga dahsyat. Empat tim yang kini menjadi pemuncak klasemen di kompetisi besar Eropa akan beradu kehebatan pada Selasa, 2 April 2013 atau Rabu dini hari waktu Indonesia. Mereka adalah Paris Saint Germain (PSG), Barcelona, Bayern Munich dan Juventus.

PSG kini kokoh di puncak klasemen Liga Prancis (Ligue1) dengan keunggulan 7 poin atas pesaing terdekatnya Olympique Marseille. Les Parisiens akan menjamu Barcelona yang juga mendominasi La Liga.

Di laga lainnya, Bayern yang sudah unggul 20 poin atas runner up klasemen sementara Bundesliga, Borussia Dortmund bakal menjamu sang perengkuh Capolista, Juventus, di Allianz Arena.

Dari fakta tersebut sudah bisa dibayangkan bagaimana serunya dua pertandingan ini nanti. Kualitas skuad masing-masing kubu menjadi jaminannya. Apalagi, dengan posisi yang terbilang aman di kancah lokal, masing-masing kubu tak diragukan akan semakin tampil all out pada pertandingan nanti.

Tuan Rumah Waspada

Menjadi tuan rumah di leg 1 ibarat memegang pedang bermata dua. Di satu sisi, itu dapat digunakan untuk melumpuhkan lawan dan di sisi lainnya malah bisa melukai diri sendiri.

Dengan bermain di depan publik sendiri, setiap tim tentunya akan tampil lebih bersemangat dan percaya diri untuk bisa meraih hasil maksimal. Belum lagi dukungan fans yang akan bantu menciutkan nyali pihak lawan.

Tapi, harus diingat, jika tidak hati-hati, maka hal itu justru akan sangat merugikan tuan rumah. Apalagi, di kompetisi ini diberlakukan regulasi perhitungan gol tandang.

Penyerang Bayern, Thomas Mueller, paham dengan kondisi tersebut. Karenanya dia mengimbau seluruh pilar The Bavarians agar tetap waspada di sepanjang laga dan menghindarkan tim dari kebobolan di kandang saat menghadapi Juventus.

"Yang paling penting kami tidak kebobolan. Pemain dari lini serang harus ikut membantu pertahanan. Juventus memang tak punya Lionel Messi, namun mereka kuat secara tim," kata Mueller berkaca pada pengalaman buruk Bayern yang nyaris gagal lolos ke babak ini karena kalah 0-2 dari Arsenal di leg 2. Beruntung, pada pertemuan pertama di Emirates Stadium, Bayern menang 3-1.

Kecemasan serupa rupanya juga dirasakan oleh kubu PSG. Gelandang jangkar Blaise Matuidi menyatakan timnya tak boleh membuat kesalahan sedikit pun pada pertandingan di Parc de Princes ini. Terlebih mengingat lawannya adalah tim yang disebut-sebut terbaik dalam satu dekade ini, Barcelona.

"Kuncinya, kami tidak boleh melakukan kesalahan. Kami juga bukan favorit di sini. Jika menang itu merupakan prestasi," katanya.

"Yang jelas PSG akan mengupayakan segalanya. Kami ingin hasil bagus di kandang sendiri karena akan sangat sulit menghadapi Barcelona di markasnya," ungkap Matuidi lagi.

Siapkan Taktik Jitu

Untuk mencapai hasil yang diharapkan, masing-masing kubu pasti sudah mempersiapkan strategi jitu. Selain sibuk memperbaiki kekurangan tim sendiri, setiap pelatih juga telah membaca kelemahan serta kekuatan kubu lawan.

Pelatih Bayern, Juup Heynckes, melihat inti kekuatan Juventus saat ini terletak pada trio gelandangnya: Andrea Pirlo, Claudio Marchisio dan Arturo Vidal. Dia juga menilai sekarang 'Si Nyonya Tua' juga sudah berada di luar pakem permainan asli Italia, Catenaccio.

"Juventus sekarang hanya bagian dari Italia. Tapi, mereka kini tidak memainkan Catenaccio. Organisasi permainan mereka sangat kuat dan sulit ditebak," kata Heynckes.

"Tiga gelandang mereka bisa menyerang dengan cepat. Kami harus bersiap menghadapinya. Pirlo adalah pemain yang jenius, sementara Marchisio dan Vidal merupakan juara sekaligus pemain yang sangat tangguh," sambungnya.

Antonio Conte selaku pelatih Juventus, rupanya telah memprediksi rencana Bayern meredam lini tengah timnya. Menurut La Stampa, mantan allenatore Bari dan Siena itu pun memutuskan bakal melakukan modifikasi pola permainan menghadapi FC Hollywood. Dia mengubah formasi 3-5-2 yang biasa dipakai, menjadi 3-5-1-1.

Artinya, Conte hanya akan memasang satu penyerang dan menumpuk enam gelandang di mana salah satunya bisa difungsikan sebagai penyerang lubang. Conte berharap timnya bisa memenangkan duel di lapangan tengah dengan Bayern.

Untuk PSG, sepertinya mereka cukup tahu diri menghadapi Barcelona. Tim asuhan Carlo Ancelotti, seperti dituturkan Christophe Jallet, kemungkinan memilih untuk bermain lebih disiplin dan sabar. Dengan kata lain permainan mereka cenderung bakal bertahan dan memanfaatkan serangan balik.

"Barcelona layaknya Spanyol, namun lebih baik. Mereka tidak akan membiarkan kami memegang bola. Tapi, kami tahu apa yang harus dilakukan," katanya.

"Ya, mereka akan terus menguasai bola. Namun, jika bisa memanfaatkan setiap peluang yang didapat, maka kami akan menang," sambung Jallet.

Lionel Messi sudah pasti akan menjadi tumpuan di lini depan Los Azulgranas. Untuk mematikan pemain berjuluk 'Si Kutu' itu, Les Parisiens rupanya juga telah mempersiapkan strategi khusus.

"Kita harus selalu menempatkan satu atau dua pemain di sekitar Messi," ujar bek PSG, Alex. "Saya pikir Matuidi akan memberikan penjagaan sejak lini tengah."

"Kami harus sangat berhati-hati karena saat dia bergerak dengan bola, dia jadi sangat berbahaya. Sulit menekelnya saat bola menempel di kakinya. Jadi kami harus menunggu kesempatan untuk merebut bola."

"Saya lebih memilih untuk menjaga pemain dengan ukuran seperti saya. Jadi saya biarkan Thiago Silva di sisi kiri untuk mengatasi Messi," tutur Alex. (one)

Baca juga:

Trik Kotor Tim Brasil Kelabui Lawan & Wasit

11 Fakta Penting PSG vs Barcelona

Deretan WAGs PSG & Barcelona

Parade WAGS Bayern Munich Vs Juventus

Kisah 3 Mantan Pemain Barcelona di PSG

Duel Antarlini PSG vs Barcelona

PSG Takkan Kawal Khusus Messi

Penyebab Kekalahan MU dari Chelsea

Nasib Blanco di Tangan Exco PSSI

TERKAIT
    TERPOPULER