Pilih Tim Anda
Daftar
FOKUS

Kejutan Saga Transfer Wesley Sneijder

Menolak dipotong gaji, dia akhirnya hengkang dari Inter ke Galatasaray
Selasa, 22 Januari 2013, 05:54 WIB
Muchamad Syuhada
Klub
Pemain Bintang
Wesley Sneijder (REUTERS/Alessandro Garofalo)

VIVAbola - Terjawab sudah teka-teki nasib Wesley Sneijder. Setelah negosiasi yang alot, akhirnya gelandang asal Belanda itu memutuskan bergabung dengan klub Turki, Galatasaray.

Sneijder hengkang dari Inter Milan dengan biaya transfer sebesar €7,5 juta atau setara Rp96,6 miliar. Dia dikontrak hingga 2016 dengan gaji sekitar  €5,5 juta.

Latar Belakang Transfer Sneijder
Sejak pertandingan melawan Chievo Verona pada September 2011 lalu, Sneijder tidak pernah lagi tampil membela Inter. Klub sengaja membekukan statusnya dari skuad karena menolak tawaran kontrak baru yang diajukan.

Kesepakatan kerja Sneijder yang terdahulu di Inter diketahui masih tersisa sampai 2015, namun karena klub dihantam krisis finansial, mereka mencoba melakukan 'rasionalisasi' gaji kepada sejumlah pemain bintang, termasuk Sneijder.

Dalam kontrak baru yang ditawarkan, La Beneamata memangkas bayaran pemain yang menjadi kunci keberhasilan merengkuh treble winners di 2010 tersebut sebesar €2 juta per musim. Gaji Sneijder diketahui mencapai €6 juta atau Rp1,67 miliar per musim.

Di usianya yang ke-28 tahun, Sneijder merasa masih sanggup memberikan kontribusi besar bagi tim, meskipun tidak bisa dipungkiri kondisi fisiknya juga terus menjadi sorotan belakangan karena semakin sering dihantam cedera. Keyakinan itu yang kemudian membuat dia keukeh menolak tawaran 'merugikan' dari Inter.

Tarik-ulur Galatasaray
Memasuki Desember 2011, Inter mulai menyerah membujuk Sneijder agar bersedia menandatangani kontrak baru. Mereka lalu menyatakan bersedia melepas pemain didikan akademi sepakbola Ajax Amsterdam itu jika ada tawaran yang sesuai dari para peminat.

Manchester United, Manchester City, Liverpool, Tottenham Hotspur dan Anzhi Makhachkala sempat dikait-kaitkan dengan Sneijder. Namun sampai bursa transfer musim dingin dibuka pada 1 Januari 2013, tidak satupun dari mereka yang mengajukan tawaran konkret.

Justru pada 8 Januari lalu, bos Galatasaray, Unai Aysal membuat kejutan dengan menyatakan sudah dalam tahap pembicaraan serius dengan Inter soal kepindahan Sneijder. Dan hanya berselang tiga hari, klub yang kini di tangani Andrea Stramaccioni mengkonfirmasi bahwa mereka sudah mencapai kata  sepakat dengan Avrupa Fatihi.

Sayangnya Sneijder tidak langsung mengiyakan ajakan bergabung dari Galatasaray. Dia bahkan sempat membuat pelatih Fatih Terim geram karena menunjukkan sikap ogah-ogahan untuk menjadi bagi tim asuhannya.

"Tim ini bukan mainan bagi siapapun. Mereka yang bergabung harus menjadikan tim ini pilihan utama, bukannya alternatif," ujar Terim yang mencium indikasi Sneijder sengaja 'menggantung' lamaran Galatasaray karena masih menunggu ajakan dari klub-klub peminat lain yang lebih punya gengsi.

Tidak hanya Galatasaray, presiden Inter, Masimmo Moratti juga mulai gusar dengan ulah Sneijder itu. Dia lalu menyeru agar sang pemain bisa menunjukkan profesionalitas dengan memberikan jawaban pasti kepada klub peminatnya.

Minggu pagi, 20 Januari, media di Italia sempat melansir kabar bahwa Sneijder akhirnya memutuskan menerima tawaran awal dari Inter. Yakni kontrak baru yang berisi kesepakatan pemotongan gaji. Dia disebut-sebut kurang sreg dengan Galatasaray karena bisa dibilang bukan berasal dari kompetisi tersohor di Eropa.

Namun tidak sampai 24 jam berita itu langsung terbantahkan. Situs resmi Galatasaray memuat pernyataan yang berbunyi: "Klub sudah mencapai kesepakatan dengan Inter dan Wesley Sneijder mengenai transfer. Perjanjian akan diumumkan ketika sang pemain lolos tes medis."

Win-win Solution
Bisa dibilang transfer Sneijder ini menjadi win-win solution bagi semua pihak. Untuk Inter, selain mengurangi beban gaji, uang penjualan Sneijder bisa digunakan sebagai tambahan untuk belanja pemain baru lainnya di bursa transfer musim dingin ini atau setidaknya dapat dimasukkan ke dalam kas untuk kembali digunakan pada awal musim.

"Apakah saya senang dengan transfer itu? Ya, tidak diragukan. Saya rasa Sneijder juga bahagia. Jika tidak, mana mungkin dia mau menerima tawaran," ungkap Moratti.

Sedangkan bagi Sneijder, kepindahan ke Galatasaray membuka peluangnya untuk kembali bermain reguler tanpa harus cemas mendapatkan potongan gaji yang signifikan. Hal lain, dia juga bisa kembali tampil di Liga Champions.

Sneijder lolos dari regulasi cup-tied. Dia diketahui hanya turun sekali untuk Inter di fase kualifikasi Liga Europa menghadapi FC Vaslui. Sesuai pasal 18.07 regulasi Cup Tied, maka Sneijder yang tidak turun pada fase penyisihan Grup, berhak didaftarkan untuk fase knock out (babak 16 besar) Liga Champions, di mana Galatasaray sendiri akan bersua wakil Jerman, Schalke 04.



© VIVAbola
Share :  
Rating
KOMENTAR ANDA
Kirim Komentar
Anda harus login untuk mengirimkan komentar
atau  
Belum memiliki akun VIVA? Silakan mendaftar. 
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com