Pilih Tim Anda
Daftar

Timnas Gagal, Bendol Pertanyakan Strategi Nil Maizar

"Kenapa Andik baru dimainkan setelah tertinggal dua gol," tanya Bendol
Senin, 3 Desember 2012, 11:41 WIB
Jonathan Pandapotan
Klub
Benny Dolo (VIVAnews/Marco Tampubolon)

VIVAbola - Mantan pelatih tim nasional Indonesia, Benny Dolo mengaku bingung dengan strategi yang diterapkan pelatih Nil Maizar saat menghadapi Malaysia. Menurut Bendol, Nil telah melakukan kesalahan fatal di laga tersebut.

Sebelum melawan Malaysia, skuad Garuda sukses menekuk Singapura dengan skor 1-0. Dalam laga itu, khususnya di babak kedua, Indonesia tampil baik dengan menampilkan pemain-pemain sekelas Bambang Pamungkas dan Andik Vermansyah.

Namun, saat melawan Malaysia (Indonesia kalah 0-2), baik Bepe maupun Andik tak bermain sebagai starter. Andik baru masuk di menit 35, sedangkan Bepe malah tak dimainkan sama sekali. Dalam keadaan tertinggal dua gol, Nil justru memilih untuk memasukkan Jhonny van Beukering ketimbang Bepe.

"Yang saya pertanyakan kenapa winning team (di babak kedua) saat mengalahkan Singapura diganti," kata Bendol kepada VIVAbola, Senin 3 Desember 2012.

"Kita tahu Van Beukering itu pemain cukup bagus. Tapi, dia overweight, postur tubuhnya terlalu besar dan kelincahannya tidak ada. Lalu kenapa Andik baru dipasang setelah tertinggal dua gol."

Menurut Bendol, Nil seharusnya berpegang pada prinsip never change the winning team. "Kita bisa melemparkan psywar sepakbola berupa tekanan psikis dengan materi pemain yang sama saat lawan Singapura. Tapi, ini lawan Malaysia kita pakai tim berbeda. Seperti Andik dicadangkan, ini tentu memberikan motivasi buat lawan."

Bendol juga kecewa dengan strategi permainan Timnas yang menurutnya monoton, tanpa ada variasi.

"Dalam posisi tertinggal 0-2 dan waktu sisa 10 menit, seharunya dilakukan keputusan penting seperti mengganti strategi dan menekan lawan secara bergelombang. Lihat saat Singapura tertinggal dua gol lawan Laos, ganti strategi dan langsung membalikkan keadaan," ucapnya tentang Singapura yang akhirnya lolos ke semifinal setelah menang 4-3 atas Laos pada laga terakhir. Padahal, Tim Singa sempat tertinggal 0-2 terlebih dahulu. (one)



© VIVAbola
Share :  
Rating
KOMENTAR ANDA
  • @rendra08

    4 Desember 2012
    MANA NASIONALISME KPSI??walau PSSI tidak becus,,KPSI tidak punya NASIONALISME sama sekali..ketika timnas berjuang,,eh malah buat kompetisi sendiri disiarin tivi pula..kan lebih baik tuj pemain2 suruh bela timnas juga..DASAR POLITISI TAK PUNYA NASIONALISME
  • ga usah bacot lo bendol... kyk udh hbt aja lo...
  • @tokshimba

    3 Desember 2012
    ganti pelatih,bubrkan KSPI,ganti ketua PSSI,tak per naturalisasi terakhir panggil RIEDEL,indonesia pasti juara asia,kmi 100% mndukung.
  • @oscarcharlie

    3 Desember 2012
    udah jangan banyak bacot Ndol!!!
  • @aniemaryanie

    3 Desember 2012
    semua,
  • ini tidak akan menyelesaikan masalah jika tidak ada PERUBAHAN. BONGKAR....! ..APA KITA HARUS TURUN KE JALAN..ROBOHKAN SETAN YANG BERDIRI MENGANGKANG...
  • @rifmal

    3 Desember 2012
    ane setuju dengan koment ente bung bonexjkt,,,, bisanya cuma nyalahin,,,,bendol juga g ada prestasi waktu jadi pelatih timnas,,,all star malahan
  • @ucel

    3 Desember 2012
    PECAT sj BONEKA DJOHAR ARIFIN PANIGORO DAN BENHARD. Karna dalam kepengurusan mereka malah membuat Klub dan pemain bola indonesia makin terperosot Timnas indonesia Makin terperosot.
  • @arekndableg

    3 Desember 2012
    siapapun yang melatih kl musuh malaysiapasti kalah lagi... ini ada politisnya mas broooowww..
  • @cingkuantai

    3 Desember 2012
    pelating ga berkelas dipakai.....kelas kampungan punya pelatih sih....masih mendingan alfred jauh dimana2 bisa ampai final...ini mah lawan laos aja hampir kalah
Kirim Komentar
Anda harus login untuk mengirimkan komentar
atau  
Belum memiliki akun VIVA? Silakan mendaftar. 
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com