VIVAbola - Pemain QPR, Joey Barton akhirnya harus menerima kenyataan pahit atas ulahnya saat bertemu Manhcester City pada Premier League musim lalu. Selain harus membayar denda dan dilarang tampil 12 laga, ban kapten miliknya juga ikut dicopot.
Barton menebar 'teror' saat timnya bertarung melawan ManCity, 13 Mei lalu. Pada pertandingan ini, Barton menyikut striker City, Carlos Tevez sebelum akhirnya mendapat kartu merah dari wasit. Sebelum meninggalkan lapangan, Barton yang marah juga sempat menendang Sergio Aguero dan berusaha menanduk Vincent Kompany.
Atas ulahnya ini, Barton pun harus menerima sanksi belapis baik dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan klub QPR. FA telah lebih dulu menghukum Barton dengan larangan 12 pertandingan dan denda sebesar 75 ribu poundsterling atau setara Rp 1,1 Miliar.
Hukuman Barton kembali bertambah setelah QPR menjatuhkan sanksi, Senin, 25 Juni 2012. QPR yang berniat menjalani tur pra musim ke Indonesia memutuskan untuk menjatuhkan denda enam minggu gaji kepada Barton. Dengan demikian, maka total denda yang harus dibayar Barton mencapai angka 500 ribu pounds atau setara Rp7,3 Miliar. Namun Yang tak kalah menyakitkan, QPR juga secara resmi mencopot ban kapten yang selama ini melingkar di lengan Barton.
QPR memang tidak sampai memecat Barton. Namun, manajamen telah mewanti-wanti Barton bahwa kontraknya akan segera berakhir bila dia berbuat ulah lagi. QPR juga memutuskan untuk tidak memboyong Barton dalam tur pra musimnya ke Asia pada bulan Juli mendatang.
Pimpinan QPR, Philip Beard mengatakan bahwa tindakan Barton pada laga melawan ManCity tak bisa diterima. Karena itu, dia menyambut gembira cara klub dalam memberi peringatan kepada pemainnya itu.
"Saya senang dengan cara klub dan Barton telah mencapai cara yang masuk akal dan kami sepenuhnya percaya bahwa dia akan merespon sanksi ini dengan cara yang benar," kata Beard kepada ndtv.com.
Sementara itu, Barton mengungkapkan kalau dia layak mendapat hukuman tersebut. Dia sadar akan kesalahan yang dilakukannya.
"Sikap saya saat itu memang salah dan saya menerima hukuman yang dikenakan kepada saya sebagai balasannya. Saya minta maaf kepada manajer, rekan setim saya dan pemain, ofisial, dan suporter Manchester City," sambung pemain berusia 29 tahun tersebut.
Barton memang memiliki catatan panjang aksi kontroversial. Tak hanya di dalam lapangan, Barton juga beberapa kali terlibat keributan di luar pertandingan. Pada 2008, Barton harus menjalani hukuman penjara selama enam bulan akibat terlibat penyerangan dan keributan di tempat umum. Dia juga pernah denda karena menyundut mata pemain muda ManCity, Jamie Tandy dalam sebuah pesta natal.