Pilih Tim Anda
Daftar

Maradona Merasa Teraniaya di Italia

"Di Italia, saya menjadi simbol penggelapan pajak."
Kamis, 16 Februari 2012, 13:20 WIB
Muhayati Faridatun
Klub
Diego Maradona (REUTERS/Jumana El Heloueh)

VIVAbola - Catatan manis sekaligus menyakitkan pernah dirasakan Diego Armando Maradona, selama berkiprah di Serie A Italia. Meski demikian, legenda hidup Argentina itu selalu mengidamkan kembali berkarier di 'Negeri Mafia' tersebut.

Saat masih merumput, Maradona menghabiskan masa tujuh tahun di Italia. Napoli menjadi satu-satunya klub Serie A yang pernah dibela pria kelahiran Buenos Aires, 30 Oktober 1950 itu. Sepanjang 1984 hingga 1991, Maradona sempat mempersembahkan dua gelar Scudetto, pada 1987 dan 1990.

Wajar saja jika sosok pemilik julukan ‘Gol Tangan Tuhan’ itu sangat melekat di hati publik Naples. Sayangnya, Maradona meninggalkan Italia dengan catatan hitam. Ia hijrah ke Spanyol untuk menerima pinangan Sevilla, dengan tagihan pajak yang belum dibayarkan. Jika dikurs saat ini, pajak beserta bunga dan denda nilainya mencapai 37.2 juta euro atau sekitar Rp435 miliar.

“Setiap kali menginjakkan kaki di Italia, saya merasa teraniaya. Kapan pun kembali, saya punya perasaan yang mengerikan,” ujar Maradona seperti dikutip dari Corriere dello Sport, Kamis 16 Februari 2012.

“Saya merasakannya terhadap petugas pajak, yang membuat saya seperti pencuri dan penipu. Padahal saya tidak pernah mencuri apa pun dari Italia atau orang Italia. Semua yang saya lakukan adalah memberikan mereka kenikmatan dan kesenangan di lapangan,” tutur mantan pemain Barcelona itu.

Setelah gagal menggiring kesuksesan Timnas Argentina di Piala Dunia 2010, Maradona kini melatih klub Uni Emirat Arab, Al Wasl. Di masa mendatang, ia tak menutup kemungkinan kembali berkiprah di Italia. Dengan catatan, semua kenangan buruk itu sudah dilupakannya.

“Di Italia, saya menjadi simbol penggelapan pajak. Ini tidak adil. Saya memang bukan satu-satunya orang di Italia yang merasa teraniaya oleh kantor pajak. Tapi, saya tidak tahu kalau ada yang punya jam tangan dari pergelangan tangan atau berlian dari telinga mereka,” paparnya.

“Tapi, selama tidak merasa seperti pencuri lagi, saya tidak memungkiri keinginan melatih klub Italia. Jika klub itu adalah Napoli, maka itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” tegas pria yang hobi memakai jam tangan di kedua pergelangan tangannya itu. (umi)

 



© VIVAbola
Share :  
Rating
KOMENTAR ANDA
Kirim Komentar
Anda harus login untuk mengirimkan komentar
atau  
Belum memiliki akun VIVA? Silakan mendaftar. 
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com