VIVAnews - Presiden UEFA, Michel Platini tetap menolak penggunaan tenknologi video dalam sebuah pertandingan. Menurut Platini, penggunaan teknologi video justru akan menghancurkan popularitas sepakbola.
Platini kembali menegaskan penolakannya ini setelah FIFA tampaknya melunak dengan tuntutan penggunaan teknologi ini. Sebelumnya, Presiden FIFA, Sepp Blatter menyetujui kemungkinan pengenalan teknologi ini di Piala Dunia 2014.
Tapi Platini tidak. Platini tampaknya menilai sepakbola mampu menjadi olahraga paling digandrungi di dunia karena juga menyisakan cerita-cerita kontroversial. Platini tetap memilih manusia sebagai hakim dalam pertandingan.
"Video tidak untuk sepakbola. Manusia lebih baik," kata Platini kepada L'Equipe Mag, Senin 2 Januari 2012.
"Sepakbola menjadi populer karena nilai-nilai manusianya. Jika hal itu dijadikan sebuah nilai komersial, hal itu juga akan mengalahkan semua kepopularitasan," tambah pria asal Prancis ini.
Sebelumnya beberpa kalangan memang sempat mendesak digunakan teknologi ini guna menjadi solusi dari eror atau kesalahan yang dilakukan wasit. Beberapa pelatih dan pemain pun mendukung langkah ini menyusul beberapa kesalahan yang dilakukan wasit dalam sebuah pertandingan.
Hasilnya, Blatter yang sempat menjadi penentang utama penggunaan teknologi ini kini mulai melunak.