VIVABOLA

Pelantikan Batal, Di Mana Gerangan Kapolri?

Benarkah karena salah satu perwira tinggi belum mendapat persetujuan Presiden?
Sabtu, 14 Agustus 2010
Oleh : Karaniya Dharmasaputra, Eko Huda S
Kapolri Bambang Hendarso

VIVAnews – Kabar tak sedap tak henti menerpa Kepolisian RI. Setelah polemik rekaman percakapan telepon kasus korupsi Anggodo, muncul ribut-ribut menyangkut upacara pelantikan perwira tinggi Polri yang mendadak dibatalkan.

Jumat kemarin, 13 Agustus 2010, sedianya dilangsungkan serah terima lima jabatan teras di Markas Besar Kepolisian RI, yakni: Kepala Divisi Humas Polri dari Irjen Pol. Edward Aritonang kepada Brigjen Pol. Iskandar Hasan, Deputi Operasi Kapolri dari Irjen Pol. S. Wenas kepada Irjen Pol. Sunarko, Kepala Divisi Pembinaan Hukum dari Irjen Pol. Badrodin Haiti kepada Brigjen Pol. Mudji Waluyo, Kepala Divisi Telematika Polri dari Irjen Pol. Yudi Sushariyanto kepada Brigjen Pol. Robert Aritonang, dan Deputi Logistik Polri dari Irjen Pol. Joko Sardono kepada Irjen Pol. Hariyanto.

Menurut rencana, upacara dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB. Namun, acara tak kunjung dimulai meski para perwira tinggi Polri yang akan dilantik telah berkumpul di ruang Rupatama, Mabes Polri. Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri tak muncul-muncul juga.

Ada apa gerangan? Di mana sebetulnya Kapolri?

Informasi simpang-siur. Para pejabat memberi keterangan yang saling bertabrakan.

Pertama-tama, datang penjelasan dari Wakil Kepala Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Ketut Untung Yoga Ana. Menurutnya, "Untuk sertijab pejabat utama Mabes Polri ditunda karena ada kegiatan rapat Kapolri dengan Pak Presiden."

Tetapi, pernyataan Ketut disanggah Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha. Menurut Julian, Presiden tidak memiliki agenda bertemu dengan Kapolri baik di Istana Negara maupun di kediaman di Cikeas. Presiden sedang mempersiapkan pidato kenegaraan dengan sejumlah menteri di kantor Presiden.

Belakangan, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Edward Aritonang menerangkan versi yang berbeda. Menurutnya, Kapolri batal melantik bukan karena dipanggil Presiden SBY.

"Penundaan bukan karena Kapolri dipanggil Presiden ke Cikeas, tapi karena suatu hal," kata Edward di acara Lepas Sambut Kadiv Humas Polri di Gedung Bhayangkari, Mabes Polri. 

Lalu karena apa? Wartawan mendesak.

"Ada lah, acara internal kepolisian," Edward berkelit. Menurut dia, hari ini Kapolri mempunyai dua agenda yang waktunya berdekatan. Sebelum serah terima jabatan, Kapolri terlebih dahulu harus mendatangi acara yang pertama. Namun, jadwal molor sehingga tak sempat lagi memimpin upacara setelahnya, yang mahapenting itu.

Anehnya, kepada wartawan, Edward tak bersedia menjelaskan acara penting apa yang telah membatalkan serah terima jabatan teras di Kepolisian RI tersebut. Dia hanya mengatakan itu acara internal Polri yang digelar di suatu tempat di Jakarta. "Ini internal Polri, kerjaan profesi," kata dia.

Edward mengatakan Rabu sore Kapolri telah berada di rumahnya. "Sudah sampai di rumah di Jakarta," kata dia, sembari menambahkan bahwa upacara serah terima jabatan akan diundur Senin atau setelah tanggal 17 Agustus mendatang.
 
Namun simpang-siur informasi belum usai juga. Di saat yang bersamaan, Staf Ahli Kapolri Dr. Kastorius Sinaga merilis penjelasan yang lain lagi. Menjawab pertanyaan VIVAnews.com melalui BlackBerry Messenger, ia menjelaskan upacara batal karena “Kapolri berhalangan karena sakit.”

Mengaku ditelepon Kapolri, ia menyatakan Jenderal Bambang Hendarso ada di rumahnya dan tidak ke mana-mana. "Yang benar adalah Bapak Kapolri istirahat di rumah dinas. Beliau kurang enak badan karena kelelahan bekerja," katanya.

Kastorius mengatakan dalam satu dua hari ini Bambang harus beristirahat. "Gejala kurang sehat ini dialami oleh Kapolri sehabis sahur tadi pagi. Info ini dapat digunakan untuk meredakan kasak kusuk tentang keberadaan Kapolri," ujarnya.

Sebenarnya, kata seorang tokoh di lingkaran dalam istana, ada suatu insiden yang cukup serius di balik pembatalan acara itu. Presiden rupanya belum memberikan persetujuan tertulis terhadap salah satu perwira tinggi yang akan dilantik. Insiden ini lah, kata sumber itu, yang mengakibatkan pembatalan upacara serah terima dan saling bantah antar pejabat saat menerangkan di mana gerangan Kapolri berada sepanjang Jumat kemarin itu.

Benarkah?

Dikonfirmasi tentang hal ini, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Edward Aritonang membantahnya. Menurutnya, semua surat keputusan telah beres diteken. "Tidak benar itu, semua sudah ditandatangani. Hanya tinggal upacara serah terima jabatan," katanya. Dia juga memastikan nama-nama perwira tinggi yang telah diumumkan tak akan direvisi.

"Semua posisi tidak ada revisi. Sama dengan pemindahan anggota yang telah ditentukan," kata Edward saat dihubungi VIVAnews.com, Sabtu, 14 Agustus 2010. Upacara dipastikan akan berlangsung Senin besok.

 

TERKAIT
TERPOPULER