VIVABOLA

Candi Perabuan Raden Wijaya Telantar

Ribuan batu candi tidak berserakan dan tak tertata sebagaimana layaknya bangunan candi.
Senin, 11 Januari 2010
Oleh : Arry Anggadha
Kepala Batara Kala yang masih menjadi daya tarik pengunjung.

Surabaya Post - Situs Candi Simping di Dusun Sumber Jati, Desa Kademangan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar yang diperkirakan menjadi tempat perabuan Raja Majapahit, Raden Wijaya, telantar. Batu-batunya berserakan dan sudah seperti bukan layaknya bangunan candi.

Di situs yang berdiri di areal 40 x 40 meter persegi ini tampak ratusan bahkan ribuan susunan batuan jenis andesit dan batu bata merah yang tidak tertata layaknya bangunan candi, hampir semua rata dengan tanah. Hanya beberapa bongkahan batu besar yang tersusun membentuk bangunan bagian dari candi.

"Sejak ditemukan, kondisinya memang tidak tertata. Batu-batunya tidak berada di tempatnya, mulai saya lahir hingga sekarang. Lebih tiga generasi keluarga saya merawat candi yang diperkirakan tempat perabuan Raden Wijaya, raja terakhir Majapahit ini,” kata juru kunci Candi Simping, Edi Syuwono (55), Senin (11/1).

Konon, kata Edi, tinggi bangunan Candi Simping ini 18 meter lebih, lebar 8x8 meter. Pada masing-masing sisi terdapat kepala Batara Kala empat buah. “Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan Hindu di Jawa, dan pendirian bangunan candi selalu menghadap ke barat. Biasanya di candi Kerajaan Majapahit di dalamnya terdapat tempat pemujaan dan persembahan untuk dewa,” terangnya.

Di Candi Simping juga terdapat arca yoni. “Arca yoni di tengah bangunan candi konon merupakan gambaran alat kelamin laki-laki. Di bawah yoni terkubur abu Raja Majapahit yang bergelar Sri Kertarajasa Jayawardhana,” ungkap Edi.

Selama ini, pengunjung yang datang selain masyarakat juga peneliti. Rata-rata sehari 30-50 orang. “Mereka bisa masuk gratis,” terang bapak tiga anak yang sudah diangkat sebagai PNS sejak delapan tahun lalu oleh Balai Pemeliharaan Perlindungan Purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto.

Edi berharap Pemkab Blitar segera merestorasi Candi Simping; mengembalikan ke bentuk semula dan membenahi sesuai skema bangunan yang sudah tergambar dan disimpan di Museum Komplek Candi Penataran.

“Situs ini masih utuh dan tidak ada yang dicuri, semua lengkap kecuali arca Raden Wijaya yang kini berada di Jakarta. Semua terjaga baik dan aman. Hanya penerangan di dalam candi yang masih kurang,” pungkasnya. 


Laporan: Tri Iwan Widhianto | Surabaya Post

TERKAIT
TERPOPULER